Bertabur ta'jil .
Bertabur ta'jil .
Salah satu hal yang menjadi khas selama bulan Ramadhan adalah keberadaan ta'jil. Ta'jil adalah makanan atau minuman yang biasanya disajikan ketika berbuka puasa sebagai pengganti waktu makan malam. Ta'jil biasanya berupa makanan tradisional Indonesia seperti kolak, es buah, bubur kacang hijau, dan jajanan pasar lainnya.
Selama bulan Ramadhan, pedagang ta'jil dapat ditemukan di berbagai sudut kota. Mereka biasanya berjualan di trotoar atau di depan masjid untuk menyediakan ta'jil bagi orang-orang yang baru saja berbuka puasa. Kebiasaan bertabur ta'jil seakan menjadi tradisi yang tak pernah lekang oleh waktu, sehingga menjadi bagian dari budaya Ramadhan di Indonesia.
Namun, meskipun ta'jil menjadi makanan wajib saat berbuka puasa, hal ini sebenarnya tidak dianjurkan dalam Islam. Allah SWT menjelaskan dalam Al-Quran:
“Dan makanlah dan minumlah sampai terang bagimu benang putih dari benang hitam (fajar), kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam” (QS. Al-Baqarah: 187)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa puasa harus dibuka saat fajar menjelang, atau setelah subuh masih dalam keadaan bertahan. Belum waktunya untuk makan atau minum apapun dari waktu berbuka puasa sampai terbit fajar di keesokan harinya.
Selain itu, makanan atau minuman yang dikonsumsi harus dalam kadar yang wajar dan seimbang. Kita tidak disarankan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan pada saat berbuka puasa karena bisa membuat kita merasa tidak nyaman dan juga tidak sehat. Justru, jika mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan seimbang, tubuh kita akan mendapatkan kekuatan yang cukup untuk berpuasa di hari-hari berikutnya.
Namun demikian, tidak ada salahnya jika kita selalu memperhatikan kebersihan dan kesehatan saat mengkonsumsi ta'jil, terutama yang dibeli dari pedagang kaki lima. Pastikan makanan atau minuman yang kita konsumsi berasal dari bahan yang segar dan bersih, sehingga kita bisa terhindar dari berbagai penyakit yang bisa terjadi jika makanan atau minuman yang kita konsumsi mengandung bakteri atau kotoran.
Dalam hal ini, sangat penting untuk menguatkan daya tahan tubuh selama berpuasa. Tidak hanya dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, kita juga harus menjaga pola tidur dan olahraga yang seimbang. Pastikan kita tidur cukup dan melakukan olahraga dengan intensitas yang tepat sehingga tubuh kita tetap sehat dan mampu menjalankan puasa selama bulan Ramadhan.
Demikianlah artikel tentang ta'jil pada bulan Ramadhan. Dalam mempersiapkan dan menjalankan puasa selama sebulan penuh dalam bulan yang penuh berkah ini, kita harus selalu berpikir positif dan optimis, serta selalu ingat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita semua mendapatkan berkah dan ampunan dari Allah SWT pada bulan Ramadhan ini.
Ramadhan penuh berkah terus semangat untuk menulis
BalasHapus